Night Diamond Slide Glow

Jumat, 30 September 2016

5 Pesawat Terbaik yang Pernah Dimiliki AU Indonesia

Setelah Jepang menyerah dan Perang Dunia II berakhir Indonesia kemudian memproklamasikan kemerdekaannya. Setelah itu Indonesia muda bergerak cepat membangun pertahanan. Termasuk kekuatan udara dibentuk dengan mengandalkan pesawat milik Jepang yang disita.

Sejak itu, Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang memiliki kekuatan pertahanan udara. Saat itu, Indonesia memiliki sejumlah pesawat tempur, yakni Mitsubishi A6M Zero-Sen, Mitsubishi J2M Raiden, Nakajima Ki-43 Hayabusa, Nakajima Ki-44 Shoki dan Nakajima Ki-84 Hayate. Indonesia juga menyita pesawat Curtiss P-36 Mohawk, Curtiss P-40E Warhawk, Supermarine Spitfire, Vought F-4U Corsair milik AU Belanda.

Penarikan mundur tentara KNIL dari Nusantara membuat Indonesia memiliki penambahan kekuatan.TNI AU mengambil alih P-51 Mustang, B-25 Mitchell, T-6 Texan, Douglas A-26 Invader, Douglas C-47 Dakota. Indonesia juga menerima De Havilland DH-115 Vampire dari Inggris dan sempat dipakai selama beberapa dekade berikutnya.

Kedekatan Indonesia dengan blok timur di bawah Uni Soviet membuat negeri ini menerima sejumlah pesawat baru dan paling modern. Pesawat sejenis Mikoyan-Gurevich MiG-15, hingga MiG 21 dimiliki TNI AU hingga disebut sebagai Macan Asia.

Berikut pesawat tempur terbaik dunia yang pernah dimiliki TNI AU:

1. MIG-17 Fresco

Mikoyan-Gurevich MiG-17 merupakan salah satu pesawat tempur modern yang dimiliki TNI AU. Kedekatan hubungan membuat Uni Soviet tak keberatan ketika Indonesia berniat membeli 66 unit pesawat ini.

Pesawat ini pertama kali terlibat dalam pertempuran udara di Selat Taiwan dan Perang Vietnam. Dalam kedua pertempuran itu, pesawat ini membuat pesawat-pesawat tempur yang diterbangkan pilot AS waspada.

MiG-17 Fresco semula dibuat sebagai pesawat tempur serbaguna dengan pengoperasian siang hari. Pesawat ini juga dapat digunakan sebagai pesawat tempur-bomber, tetapi daya angkut bom-nya relatif kecil jika dibandingkan dengan pesawat lain saat itu, dan biasanya membawa tangki bahan bakar tambahan selain bom.

MiG-17 memiliki panjang 11,26 meter dan lebar sayap 9,63 meter. Pesawat berbobot kosong 3.919 kg dan bobot maksimal 5.350 kg ini dilengkapi mesin Klimov VK-1F. Kecepatan pesawat mencapai 1.145 km per jam pada ketinggian 10.000 kaki dan melesat sampai 2.060 km.

Pesawat varian ini dipersenjatai dua senapan 23mm NR-23 dan satu senapan 37mm N-37, yang terpasang di bawah intake-udara. TNI AU sendiri memiliki dua varian pesawat jenis ini, yakni MiG-17F, MiG-17PF. Semua varian dapat membawa 100 kg bom hingga 250 kg bom. MiG-17PF TNI AU dilengkapi radar Izumrud-5 (RP-5).

 2. MIG-21 Fishbed

MiG-21 memiliki panjang 14,5 meter dan lebar sayap 7.154 meter ini memiliki bobot bersih 8.825 kg. Pesawat ini dilengkapi sebuah mesin Tumansky R25-300 yang membuatnya melesat hingga 2.175 km per jam dengan jarak tempuh 1.210 km.

Pesawat ini menjadi pesawat yang paling sukses dibuat Mikoyan, jet supersonik ini paling banyak populasinya dan banyak digunakan sejumlah negara dunia. Salah satu fitur yang menonjol adalah biaya produksinya yang rendah.

NATO, memberikan julukan khusus untuk MiG-21 yakni ‘fishbed’, yang berarti fosil ikan. Sedangkan pilot Soviet menyebut pesawat ini ‘balalaika’ karena sayapnya yang berbentuk segitiga.
Seperti MiG-17, MiG-21 juga sukses dalam perang Vietnam. Bodinya yang ramping membuat jet ini mampu bergerak dengan gesit dan lincah. Kondisi ini membuat armada AS membuat taktik khusus guna menghadapinya, namun tindakan itu tak membuat MiG-21 kalah dalam pertempuran udara.

3. TU-16 Badger

TNI AU menerima 25 unit pesawat bomber Tu-16 Badger dengan varian Tu-16KS-1 pada 1961. Pesawat-pesawat ini sedianya bakal digunakan untuk Operasi Trikora dalam merebut kembali Irian Barat dari Belanda.

Salah satu targetnya adalah Kapal Hr Ms Karel Doorman, sebuah kapal induk AL Belanda yang berlayar dekat Irian Barat. Kapal ini menggunakan rudal anti-kapal AS-1 Kennel,
14 Unit Tu-16 ditempatkan dalam Skadron 41 dan sisanya di Skadron 42. Kedua skadron ini bermarkas di Pangkalan Udara AURI Iswahyudi, di Madiun, Jawa Timur. Semua unit Tu-16 tidak diterbangkan lagi pada tahun 1969 dan keluar dari armada AURI pada tahun 1970.

Tu-16 ini memuat 7 orang kru mulai diperkenalkan pada 1954 dan berhenti diproduksi tahun 1993. Pesawat berbobot kosong 37.200 kg ini dilengkapi 2 mesin Mikulin AM-3 M-500 dan mampu melesat hingga 1.050 km per jam, serta mampu menjelajah sampai 7.200 km.

Pesawat ini dilengkapi 6-7 meriam Afanasev Makarov AM-23 23 mm, dan rudal jenis Raduga KS-1 Komet (AS-1 Kennel), Raduga K-10S (AS-2 Kipper) anti-kapal, atau Raduga KSR-5 (AS-6 Kingfish) anti-kapal. Dalam misi pengeboman, Tu-16 mampu membawa 9.000 kg bom menuju target. Pesawat inilah yang dulu sempat membuat Australia khawatir.

4. North American B-25 Mitchell

Pesawat pembom bermesin kembar kelas menengah ini dibuat North American Aviation dan banyak digunakan sejumlah angkatan udara sekutu. Pesawat ini sering digunakan dalam berbagai misi pemboman udara selama berlangsungnya Perang Dunia II dan tetap digunakan selama dua dekade.

TNI AU mendapatkan pesawat ini secara gratis dari tangan Angkatan Udara Belanda (RNLAF). Bersama 26 Invader, keduanya menjadi kekuatan inti dari Skadron 1 AURI.
Di bawah Skadron 1, kedua pembom B-25 dan B-26 bertugas sebagai pembom taktis. Tugasnya adalah membantu operasi darat dan Taut. Karena semakin meningkatnya intensitas konflik horizontal di dalam negeri, permintaan dukungan dari Skadron 1pun semakin meningkat.

Tidak lama setelah diterima AURI, B-25 langsung ditugaskan untuk menjalani sejumlah operasi militer di seluruh Tanah Air. termasuk pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), PRRI/Permesta hingga mendukung Operasi Seroja yang berlangsung pada 1975.

Secara spesifikasi, pesawat ini diawaki enam orang kru. Bermesin Wright R-2600-92 Twin Cyclone 14-silinder air-cooled radial engine, B-25 mampu melesan hingga 272 mph, atau 438 km per jam.
Pesawat ini dilengkapi senapan mesin kaliber 12.7 mm dan kanon T13E1 kaliber 74 mm, serta high velocity aircraft rockets (HVAR) kaliber 127 mm. Bom yang dapat dibawa mencapai 1.360 kg.

5. A-4 Skyhawk

Pembelian pesawat ini bermula dari memburuknya hubungan Indonesia dengan Uni Soviet di era Orde Baru, alhasil spareparts untuk memperbaiki Il-28 Beagles dan Tu-16 Badgers disetop. Untuk menggantikannya, TNI AU mengincar A-4 Skyhawks dari Amerika Serikat, namun ternyata negara ini hanya mampu memberikan sedikit, sedangkan kebutuhan armada sangat banyak.

Indonesia lantas memutuskan untuk membeli pesawat tersebut dari Israel meski tak memiliki hubungan diplomatik sekalipun. Alhasil, pesawat ini berdinas sejak 1982 hingga dipensiunkan pada 2003. Pada tahun itu, TNI AU menggantinya dengan dua unit Su-27SK dan dua unit Su-30MK dari Rusia.

Dengan mengandalkan mesin Pratt & Whitney J52-P8A turbojet, pesawat ini mampu melesat dengan kecepatan 1.077 km per jam dan menempuh jarak hingga 3.220 km. Tak heran jika TNI AU sempat menampilkan kecanggihan pesawat ini dalam serangkaian acara aerobatik udara.

Dalam pertempuran, A-4 Skyhawk dapat mengangkut 2 unit kanon Colt Mk 12 kaliber 20 mm yang mampu menembakkan 100 peluru, menembakkan roket Mk 32 Zuni. Pesawat ini juga dapat membawa AIM-9 Sidewinder, AGM-12 Bullpup, AGM-45 Shrike anti-radiation missile, AGM-62 Walleye TV-guided glide bomb, dan AGM-65 Maverick.

Sedangkan bom yang dapat diangkut jet tempur ini antara lain Rockeye-II Mark 20 Cluster Bomb Unit (CBU), Rockeye Mark 7/APAM-59 CBU, Mark 80 series of unguided bombs, B43 nuclear bomb, B57 nuclear bomb dan B61 nuclear bomb.

Garis Tempur Sukhoi Rusia


Lebih dari 50 modifikasi pesawat yang dikembangkan di bawah kepemimpinan aerospace engineer Soviet Pavel Sukhoi, yang lahir 22 Juli 1895. Ia mendirikan Biro Desain Sukhoi pada tahun 1939.  Selama Perang Dingin, pesawat tempur seri utamanya termasuk Su- 7, yang menjadi pesawat tempur bomber utama Soviet dari tahun 1960-an, selain pencegat Su-9 dan Su-15. Dia juga memelopori pesawat variabel-menyapu, seperti Su-17 dan Su-24. Dan berikut pesawat yang diproduksi oleh Biro Desain Sukhoi


Dari 1939-1941 lebih dari 800 pembom jarak pendek Sukhoi Su-2 dan modifikasi Su-4 dibangun.



Sukhoi Su-9 menjadi salah satu pesawat Soviet pertama dengan sayap delta dan pencegat pertama di dunia, dibuat sebagai bagian dari kompleks intercept terpadu



Pencegat supersonik Sukhoi Su-15 dikembangkan oleh Uni Soviet pada tahun 1960 untuk menggantikan Su-11 dan Su-9



Sukhoi Su-24 pesawat supersonik serangan segala cuaca



Su-25 dikembangkan oleh Biro Desain Sukhoi untuk memberikan dukungan udara bagi Angkatan Darat Soviet



Sukhoi Su-27 jet tempur supermaneuverable yang diciptakan untuk bersaing dengan pesawat generasi keempat Amerika. Varian paling varian mampu melakukan hampir semua operasi perang udara.



Su-30, pesawat tempur dua kursi yang dikembangkan dari Su-27. Pesawat memiliki kemampuan tempur udara dan serangan darat



Sukhoi Su-35 adalah pesawat generasi 4++ dan merupakan pesawat pengembangan terakhir dari Su-27



Pesawat pembom Sukhoi Su-34 dirancang untuk penyebaran taktis terhadap target darat dan laut



Jet tempur T-50 diciptakan oleh Biro Desain Sukhoi untuk program pesawat tempur generasi kelima Angkatan Udara Rusia, yang dikenal sebagai PAK FA. Pesawat masih dalam pengujian dan akan memasuki layanan pada tahun 2017

Tentara Korea Utara Membelot???

Seorang tentara Korea Utara dilaporkan membelot ke Korea Selatan pada Kamis 29 September 2016, kata sumber militer Korsel.
Tentara itu menyeberang melintasi garis perbatasan Kawasan Demiliterisasi (DMZ) yang membagi kedua Korea yang secara teknis masih dalam status berperang sejak konflik 1950-1953 yang membuat negara itu terbagi menjadi dua negara.

Seringkali ada tentara atau pelayan dari pihak Utara yang membelot ke Selatan seperti ini. Padahal untuk membelot mereka harus menyabung nyawa karena harus melintasi ladang ranjau.

DMZ adalah satu wilayah perbatasan yang menjadi garis pemisah antara Utara dan Selatan dan masing-masing dijaga oleh tentara.

Di bagian Korea Selatan, DMZ juga dikenal sebagai salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi orang dimana wisatawan dapat melihat-lihat perbatasan tersebut dengan pengawalan ketat oleh tentara termasuk pembatasan untuk memotret.

Sumber: Jejaktapak

Kamis, 29 September 2016

T-50: Belum Produksi Karena Satu Masalah

United Aircraft Corporation (UAC) mengharapkan untuk menandatangani kontrak dengan Angkatan Aerospace Rusia untuk memulai produksi serial dari T-50 pada musim gugur tahun ini dan pengiriman pesawat tempur siluman baru akan dimulai pada tahun 2017.
Kementerian Pertahanan Rusia diharapkan melakukan pembelian awal hanya selusin T-50 untuk pengujian operasional sebelum Moskow berkomitmen untuk membeli lebih banyak jet tempur siluman baru yang mahal ini.

Ada banyak spekulasi kenapa Rusia memotong rencana pembelian. Pertama karena ekonomi Rusia masih ada dalam tekanan berat akibat rendahnya harga minyak dan sanksi. Kedua karena masih ada keraguan tentang kemampuan pesawat tersebut.

Masalah yang masih mengganjal dan belum mendapat solusi cepat adalah pada sistem propulsi pesawat. Awalnya, T-50 akan masuk ke layanan terbatas dengan didukung oleh sepasang mesin Saturn Izdeliye 117 atau yang juga dikenals ebagai turbofan AL-41F1 afterburning yang mampu mengehentakkan daya dorong 31,967lb (142kN). AL-41F1 adalah versi ekstensif dimodernisasi dari AL-31FP yang diinstal di Su-27 dan Su-30 Flanker  yang kemudian dikembangkan menjadi generasai terbaru Flanker, Su-35S Flanker-E.

Meski AL-41F1 adalah mesin yang cocok untuk Flanker-E,  tetapi telah terbukti kurang memuaskan untuk digunakan di pesawat tempur generasi kelima. Menurut sumber Rusia, meskipun AL-41F1 menyediakan daya dorong cukup untuk kemampuan jelajah supersonik berkelanjutan tetapi tidak memenuhi persyaratan Pasukan Aerospace Rusia untuk thrust-to-weight ratio atau efisiensi bahan bakar.

Rusia memang hanya akan menggunakan AL-41F1 sebagai mesin interim. Saturnus saat ini sedang mengembangkan mesin kelas 40,000lbs yang disebut Izdeliye 30, yang dimaksudkan untuk menjadi powerplant definitif pesawat tempur ini.

Namun, Rusia menghadapi jalan yang penuh tantangan dalam mengembangkan Izdeliye 30.  Izvestia melaporkan bahwa T-50 hanya akan menerima mesin baru antara tahun 2025 dan 2027. Sebagian besar masalah berasal dari malaise pasca-Soviet Rusia pada 1990-an ketika teknologi pembangunan secara efektif terhenti karena pendanaan menguap.

Namun, pengembangan mesin adalah aspek yang paling kompleks dan menantang secara teknis dalam mengembangkan pesawat tempur baru. Pelajaran yang juga bisa diambil dari pengalaman Amerika Serikat selama mengembangkan Grumman F-14 Tomcat dan McDonnell Douglas (sekarang Boeing) F-15 Eagle pada 1970-an. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pentagon memulai pekerjaan pembangunan pada F119 dan General Electric YF120 untuk bersaing sebelum memulai pengembangan Lockheed Martin F-22 Raptor.

Tapi pengalaman baru-baru ini telah menunjukkan, desain mesin yang bahkan relatif matang dapat menemukan masalah ketika sedang diadaptasi untuk aplikasi yang berbeda. Salah satu contoh saat Pratt & Whitney F135 yang berasal dari pengembangan F119 yang digunakan F-22 untuk digunakan pada Lockheed Martin F-35 Joint Strike Fighter. F135 memiliki masalah dengan afterburner dan turbin bilah yang mengakibatkan kebakaran mesin 2014 lalu.

Iran Pamer Rudal Penghancur Zionis

Iran menegaskan telah memiliki sebuah rudal yang mampu menghantam Isael. Pekan lalu, militer Iran melakukan parade melalui ibukota Teheran, menampilkan berbagai macam tank, pesawat tempur, dan rudal.
Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh, Komandan Korps Divisi Aerospace Pengawal Revolusi Iran mengatakan salah satu rudal mampu menyerang Israel yang berjarak sekitar 764 mil jauhnya. “Rezim Zionis adalah target terbesar kami,” katanya, menurut Jerusalem Post.

“Kita tidak perlu rudal dengan jangkauan lebih dari 2.000 kilometer. Rentang terpanjang diperlukan untuk rudal [Iran] adalah tanah yang diduduki [Israel].”

Pekan lalu, Hajizadeh menyatakan bahwa salah satu rudal mereka, Zolfaghar, memiliki kisaran sekitar 466 mil.

Rudal d dihiasi dengan spanduk yang berisi ancaman untuk Israel. “Jika para pemimpin rezim Zionis membuat satu gerakan yang salah, Republik Islam akan mengubah Tel Aviv dan Haifa jadi debu,” kata banner.

Menurut Jenderal Mohammad Hossein Bagheri, kepala staf angkatan bersenjata Iran, Teheran prihatin kesepakatan bantuan militer antara AS dan Israel yang disepakati akhir-akhir ini.

“Keputusan terbaru dari penjahat Amerika untuk memberikan bantuan militer kepada rezim perampas Zionis memperkuat tekad kami untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kami,” kata Bagheri, menurut Times of Israel.

Selama 10 tahun ke depan, Washington akan memasok sekutu dengan bantuan militer senilai US$ 38 miliar yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

“Tujuan utama dari Amerika Serikat, rezim Zionis dan mereka yang mendukung kelompok-kelompok teroris  adalah mendukung [Israel] untuk menghancurkan infrastruktur Suriah dan Irak,” tambah Begheri.

Ketegangan juga telah meradang dalam pertemuan baru-baru ini antara Pengawal Revolusi Iran dan Angkatan Laut AS kapal di Teluk Persia. “Kami memberitahu Amerika bahwa lebih modal dan kekayaan rakyat Amerika tidak terbuang pada yang tidak pantas dan merugikan kehadiran mereka di Teluk Persia,” kata Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari, Komandan Garda Revolusi sebagaimana dikutip Jerusalem Pos.

Rabu, 21 September 2016

Senjata Karya "Gunslinger" Rusia

Pada tanggal 19 September, Rusia merayakan salah satu hari libur terbarunya yang disebut sebagai Hari Gunslinger. Liburan ini untuk menghormati semua orang yang bekerja di industri senjata dan pertahanan.
Dan berikut senjata-senjata dan kendaraan militer paling keren yang dirancang oleh Uni Soviet hingga dan Rusia modern.

Jet tempur T-50 adalah prototipe pesawat yang dirancang oleh Sukhoi untuk program PAK FA guna melahirkan pesawat tempur generasi kelima untuk Angkatan Udara Rusia. Kecepatan tertinggi mencapai 2.440 kilometer per jam, sedangkan kecepatan jelajah maksimum adalah 1.800 kilometer per jam.

RPG-7 adalah roket peluncur geranat anti-tank yang dirancang oleh Uni Soviet. Saat ini, Perusahaan bazalt Rusia yang memproduksi senjata. Senjata ini biasanya digunakan untuk melawan ancaman dan dapat dengan mudah menghancurkan tempat tinggal musuh.

Mil Mi-8 adalah helikopter twin-turbin transportasi yang dirancang oleh Uni Soviet. Hari ini, helikopter digunakan sebagai helikopter tempur bersenjata dan pos komando udara.

T-14 adalah tank pertama Rusia yang didasarkan pada platform serbaguna. Banyak menyebutnya ” tank generasi masa depan". T-14 adalah tank tempur utama Rusia.

Sukhoi Su-35 adalah pesawat tempur super-rmanuver superioritas udara Rusia.
Topol-M adalah salah satu rudal balistik antarbenua terbaru Rusia.

S-300 adalah sistem rudal permukaan ke udara jarak jauh yang dirancang oleh NPO Almaz.
Ka-52 Alligator adalah helikopter militer Rusia generasi berikutnya yang dirancang untuk menghancurkan tank, target darat lapis baja dan pasukan musuh.

Pasukan militer Rusia berencana untuk memasukkan kereta nuklir RT-23 ke layanan.
AK-47, juga dikenal sebagai Kalashnikov, adalah senapan serbu, yang dirancang oleh Uni Soviet.
Proyek 941 atau “Akula” (yang berarti Shark atau Hiu) adalah kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir yang diproduksi di tahun 1980-an oleh Uni Soviet. Ini adalah kapal selam terbesar dan terberat yang pernah dibangun. NATO menyebutnya Typhoon

Pantsir-S1 adalah sistem senjata yang dirancang untuk menargetkan pesawat perang dan rudal jelajah.

Genjata Senjata Kembali Gagal, Perancis Salahkan Suriah

Presiden Prancis Francois Hollande menyalahkan pemerintah Suriah atas kegagalan gencatan senjata, yang diprakarsai Amerika Serikat dan Rusia.
Hollande mendesak para pendukung internasional Presiden Bashar al-Assad untuk membantu mewujudkan perdamaian di Suriah.

Rusia dan Iran adalah negara-negara utama pendukung Assad dan pemerintahannya.

“Saya katakan kepada para pendukung pemerintahan Suriah dari luar negeri bahwa mereka harus memaksa pemerintah untuk melaksanakan perdamaian. Jika tidak, mereka akan memikul tanggung jawab karena memecah belah negara itu (Suriah, red) dan membiarkan kekacauan terjadi,” kata Hollande saat menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa di New York Selasa 20 September 2016.

Presiden Prancis itu juga menekankan bahwa para pelaku penggunaan senjata kimia di Suriah jangan sampai dibiarkan bebas tanpa hukuman.

Ia mengatakan kepada para pemimpin dunia bahwa konflik Suriah harus dilihat sebagai “aib” bagi masyarakat internasional jika masyarakat global gagal untuk segera mengakhiri pertempuran.

PBB pada Selasa menangguhkan semua pengiriman bantuan ke Suriah setelah iring-iringan kendaraan yang membawa pasokan kemanusiaan diserang di Aleppo.

Hollande menyebut Aleppo sebagai “kota syahid, tempat ribuan anak terbunuh dalam serangan-serangan bom, seluruh penduduknya mengalami kelaparan, iring-iringan pembawa bantuan kemanusiaan diserang, senjata kimia digunakan”. “Saya tak bisa lagi berkata-kata. Cukup, sudah,” kata Hollande.